Seperti hujan yang memberikan isyarat bahwa akan hadir pelangi setelahnya.
Seperti awan yang selalu setia menemani langit.
Seperti ombak yang menerjang dan mengeluarkan suara riuh.
Semua tampak sama ...
Aku terbangun dalam bayang akan dirimu. Entah apa dan mengapa, kini ku merasa getar yang tak biasa. Saat mata kembali kupejamkan, ku kembali melihatmu. Dan pagi ini membawa sejuta ingatan saat aku melihatmu.
Kamu ialah seorang yang entah bagaimana seharusnya dijabarkan. Kita hanya mengenal nama. Kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Aku tak pernah melihat rupamu secara nyata, dan aku pun menolak jikapun aku tak sengaja bertemu denganmu. Bukannya kita hanya mengenal nama? Sayangnya bukan kita tapi itu kamu. Aku menangkap bayang dirimu, mengetahui rambutmu dan sekilas rupamu, tapi dirimu? mungkin tak memiliki sedikit bayang tentang diriku.
Matahari dan semua yang bewarna...
Mengisyaratkan akan harap yang entah akan terwujud atau hanya akan tetap menjadi harap..
Melambaikan sejuta ironi yang begitu tampak..
Aku menjadikan kamu sebagai harapanku..
Kala itu, aku berdiri tepat dibelakangmu. Menyibukkan diri dengan layar yang sebenarnya tak ada apa-apa. Kamu hanya diam menunggu pintu lift terbuka dan membawamu ketempat tujuan. Ingin aku menyapamu, namun tak cukup keberanian kumiliki. Sesekali aku melihat memandang rambutmu, rambut barumu. Kamu terlihat menawan walau aku hanya melihat tampak belakangmu.
Seperti hujan dan siklusnya..
Berasal dari bumi, tempat terendah, dan karena sinar matahari, ia naik perlahan hingga ke atas ke langit yang tinggi yang hingga akhirnya menggumpal dan turun kembali ke bumi sebagai hujan....
Itu sungguh mengagumkan bukan?
Ketika aku yang berada dibumi mendapat sinar yang bukan lain adalah dirimu dan perlahan tumbuh menjadi suatu rasa yang pada akhirnya tertera sebagai cinta..
Dan sekarang aku kehilangan dirimu. Kamu yang perlahan masuk kedalam suatu kotak dan aku yang pergi menjauhkan diri karena entah mengapa. Sekali lagi... Bukankah kamu hanya mengenalku dengan nama? Mengapa aku harus pergi dan berhenti memandang tubuh yang membelakangkan ku itu? Dan aku tak mengerti apa jawaban dari semua pertanyaanku itu.