Tuesday, 26 April 2016

Press Release : EARTH FOCUS TO THE FUTURE


26 April 2015
Jakarta, Indonesia


Acara SSW (Social Sciene Week) yang berlangsung di Universitas Bunda Mulia, Jakarta Utara telah berakhir. Rangkaian acara tersebut dimulai dari tanggal 18 April 2015 dan diadakan selama 6 hari hingga tanggal 23 April 2015. SSW merupakan sebuah acara yang diadakan berkaitan dengan peringatan hari Bumi. Perihal mengenai peringatan hari bumi tersebut  Social Sciene Week berisikan mengenai hal-hal yang mencakup keindahan bumi serta cara melestarikan lingkungan sekitar. 

Pada acara tersebut dibuka oleh Bpk. Sugeng Wahyudi, MSi selaku Dekan Fakultas Sosial & Humaniora. Isi dari acara tersebut yaitu terdapat sebuah pameran foto dan artikel yang bertemakan bumi dan lingkungan, peragaan busana yang dimana busana tersebut merupakan terbuat dari bahan-bahan daur ulang serta adapula stand-stand turut berpartisipasti dengan acara tersebut. Salah satunya yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi.

---oo0oo---


Sekilas mengenai Universitas Bunda Mulia
Universitas Bunda Mulia  adalah dari dua sekolah tinggi yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Bunda Mulia, yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) dan Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bunda Mulia.



Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Josephine
Universitas Bunda Mulia
Tlp       : 021 88990221
Email   : Josephine_hiu@yahoo.co.id

Saturday, 23 April 2016

SOCIAL SCIENCE WEEK : EARTH FOCUS TO THE FUTURE



”Yuk, sama-sama kita lestarikan bumi kita ini,” kata Andi seorang mahasiswa jurusan komunikasi yang sedang asyik membaca artikel pada pameran yang bertemakan Earth Focus to the Future.

 
Sebuah tema yang sesuai dengan keadaan lingkungan bumi kita. Earth Focus to the Future merupakan tema yang ditetapkan untuk acara social science week di Universitas Bunda Mulia tahun ini. Sebuah acara yang digelar setiap tahunnya ini kian ramai dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi yang merasa penasaran dengan adanya pameran foto ditengah-tengah UBM.
Tema yang diangkat tahun ini merupakan sebuah gambaran yang terlintas seketika saat melihat keadaan lingkungan bahkan bumi ini. Penurunan segala aspek terlihat sebagai ancaman yang cukup kuat perihal bumi ini. Dalam pameran tersebut ada pula beberapa artikel yang dimana membahas mengenai keadaan bumi, serta apa yang harus kita lakukan dalam hal menjaga dan melestarikan bumi kita ini. 

Dalam acara tersebut adapula stand-stand yang turut meramaikan dan berpartisipasi. Salah satunya yaitu stand dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Tzu Chi merupakan organisasi global yang bertujuan memberikan pelayanan dan bakti sosial bagi masyarakat dengan berpegang pada cinta kasih.

“acara Social Science Week ini digelar dalam rangka merayakan hari bumi maka dari itu Tzu Chi hadir disini untuk turut membantu perihal lingkungan kita yang nantinya akan berdampak pada bumi ini dan acara ini akan berlangsung dari tanggal 18 april sampai 23 april pada hari sabtu nanti,” kata Erik relawan yayasan Tzu Chi dengan ramah.


Kehadirannya itu sendiri semakin membuat kita mengetahui banyak hal mengenai menjaga lingkungan kita karena Tzu Chi itu sendiri sesuai dengan tema pada acara ini. Cara yang di berikan oleh Tzu Chi itu sendiri yaitu dengan menyediakan 3 kotak untuk menampung sampah. Mengapa demikian? Karena menurut Indra salah satu relawan Tzu Chi, “dengan kita membuang sampah secara tepat akan mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi cinta kasih,dan cinta kasih menjadi aliran semangat jernih yang mengelilingi bumi.”
Dengan diadakannya acara ini membuat mahasiswa-mahasiswi UBM merasa tergerak dan mau mengubah serta melestarikan lingkungan sekitarnya. Memulai dengan tindakan yang sederhana namun sangat bermakna bagi bumi kita. Dengan kata lain, kembali mengingat keadaan bumi kita yang tidak lagi seperti dulu maka harus di jaga dan dirawat dengan penuh cinta kasih.

Saturday, 26 March 2016

It's just a word

Aku menyukai saat itu
Ketika matahari mulai membungkukkan sinarnya , meredupkan seisi langit seketika..

Sudah saatnya bagiku, mengatakan semua yg telah terpendam saat matahari masih berdiri dengan tegaknya..

Binar binar rupa itu mengulik skenario ku, mengubah alur serta menghapus pemeran utama, yang ternyata tidak sesuai dengan ceritaku..

Siapa kamu? Kamu bukan pemeran dalam skenario ku, apa tujuanmu? Datang dan menghapus kenangan pilu itu..

Saat seisi langit ini redup aku akan senantiasa mencoba menulis lanjutan skenario ku, dengan dia yg dtg padaku

Kali ini aku berada dalam satu frame dengannya, mencoba memerankan tokoh gadis bodoh yang rela menunggu hingga akhir waktunya .. Dan akhir dari penantiannya ..... Dia tb2 datang,

"Ku tahu kamu lelah ku tahu kamu ingin sekali memakiku tapi aku tahu betul kalau kamu percaya aku akan datang kembali.."

CUT!!
Sudah cukup sepertinya untuk frame ini .. menurutku tidak semua hal harus terlalu dalam di gambarkan ... Karna semua kembali lagi ke rasa, dimana rasa yang akn membawa kita kesana :)

Tuesday, 19 January 2016

selamat malam ❣

Hadir memberi isyarat padaku, seakan berkata walau nyata-nya kamu hanya diam dan berdiri tegap ditengah sana

dari sekian banyak tahun telah berlalu kini  kembali dipertemukan..

tatapanmu mengambil alih bibirmu untuk berucap, memang kata tidak terdengar di telinga ku tapi aku cukup mengerti 

kakimu yang tidak berhenti bergoyang menggambarkan suara detak itu, memang tidak masuk akal, tapi bisa ku kaitkan dengan semua ini 

pertemuan ini membawaku kembali ke masa itu, mengikat kembali memori dan mulai membuka lembar dimana aku dan kamu bersama 

selamat malam❣

Saturday, 4 October 2014

VEGETARIAN = GOOD IDEA

"Vegetarian? makan rumput-rumputan? ih apaansi kaya kambing aja ..... "

begitulah kebanyakan orang membayangkan jika terlontar kata 'Vegetarian'. 
Saya sudah hampir tiga tahun menjadi vegetarian. Dengan kata lain sudah cukup banyak saya mendengar cemooh-cemooh dari berbagai jenis manusia yang tidak mengetahui vegetarian dengan arti yang jelas namun langsung memberikan persepsi yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Tapi dijaman yang kian maju, vegetarian tidak lagi menjadi suatu momok, melainkan sudah menjamur ditengah-tengah masyarakat luas. 

siapa yang mengira bahwa makanan yang ada diatas tersebut adalah makanan vegetarian. selama ini banyak masyarakat ber-persepsi bahwa makanan vegetarian tidak lain hanyalah sawi hijau saja. Kini makanan vegetarian turut ambil hati para pecinta kuliner. Sate padang, Rendang, Soto Ayam, Ikan Bakar, Nasi campur yang biasanya terkenal dengan kelezatannya pun hadir dalam sajian non-hewani(vegetarian).

Dengan bahan nabati tanpa sedikitpun menggunakan hewani, makanan yang diciptakan tetap menyerupai dengan harum dan tekstur yang cukup menduplikasi. Walau dengan semakin berkembangnya makanan-makanan vegetarian, harga yang ditetapkan pun sesuai dengan harga pasaran.

Tidak hanya makanan tradisional, makanan western pun kini hadir dalam jenis vegetarian. Tanpa mengurangi rasa yang sesungguhnya, makanan yang disajikan pun tetap menyerupai aslinya. Saya termasuk orang yang senang berwisata kuliner, namun saya tahu betul bahwa saya tidak dapat dengan mudah asal membeli makanan. Dengan itu saya berinisiatif untuk membuat makanan yang saya ingin makan. Tanpa mengurangi cita rasa asli itu yang saya ingin tekankan. 


bagaimana menurut kalian ? masih mengira bahwa vegetarian hanya memakan rumput? hahaha saya selalu ingin tertawa jika saya mengingat banyak cemooh orang mengenai makanan yang akan dimakan oleh para vegetarian. 

Vegetarian merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan. Tidak membutuhkan biaya yang mahal dan bahan yang rumit. Vegetarian merujuk pada satu titik, mengurangi makanan yang bernyawa tidak lain adalah sama seperti kita 'makhluk hidup'. 

Jadi, bagaimana kalian menanggapinya ? Vegetarian kini semakin berkembang ditengah masyarakat, dengan berbagai alasan tentunya. Dengan cara seperti ini saya ingin vegetarian semakin dikenal, dengan segala jenis makanan yang dapat dimakan dan dibuat tanpa tingkat kesulitan yang tinggi. Silahkan mencoba, merasakan dan menilai makanan vegetarian dengan berbagai rasa mengejutkan didalam  hidangannya :) 







Saturday, 22 February 2014

Ini mengenaimu :)

Seperti hujan yang memberikan isyarat bahwa akan hadir pelangi setelahnya. 
Seperti awan yang selalu setia menemani langit. 
Seperti ombak yang menerjang dan mengeluarkan suara riuh. 
Semua tampak sama ... 

Aku terbangun dalam bayang akan dirimu. Entah apa dan mengapa, kini ku merasa getar yang tak biasa. Saat mata kembali kupejamkan, ku kembali melihatmu. Dan pagi ini membawa sejuta ingatan saat aku melihatmu.

Kamu ialah seorang yang entah bagaimana seharusnya dijabarkan. Kita hanya mengenal nama. Kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Aku tak pernah melihat rupamu secara nyata, dan aku pun menolak jikapun aku tak sengaja bertemu denganmu. Bukannya kita hanya mengenal nama? Sayangnya bukan kita tapi itu kamu. Aku menangkap bayang dirimu, mengetahui rambutmu dan sekilas rupamu, tapi dirimu? mungkin tak memiliki sedikit bayang tentang diriku.

Matahari dan semua yang bewarna...
Mengisyaratkan akan harap yang entah akan terwujud atau hanya akan tetap menjadi harap..
Melambaikan sejuta ironi yang begitu tampak..
Aku menjadikan kamu sebagai harapanku..

Kala itu, aku berdiri tepat dibelakangmu. Menyibukkan diri dengan layar yang sebenarnya tak ada apa-apa. Kamu hanya diam menunggu pintu lift terbuka dan membawamu ketempat tujuan. Ingin aku menyapamu, namun tak cukup keberanian kumiliki. Sesekali aku melihat memandang rambutmu, rambut barumu. Kamu terlihat menawan walau aku hanya melihat tampak belakangmu.

Seperti hujan dan siklusnya..
Berasal dari bumi, tempat terendah, dan karena sinar matahari, ia naik perlahan hingga ke atas ke langit yang tinggi yang hingga akhirnya menggumpal dan turun kembali ke bumi sebagai hujan....
Itu sungguh mengagumkan bukan?
Ketika aku yang berada dibumi mendapat sinar yang bukan lain adalah dirimu dan perlahan tumbuh menjadi suatu rasa yang pada akhirnya tertera sebagai cinta..

Dan sekarang aku kehilangan dirimu. Kamu yang perlahan masuk kedalam suatu kotak dan aku yang pergi menjauhkan diri karena entah mengapa. Sekali lagi... Bukankah kamu hanya mengenalku dengan nama? Mengapa aku harus pergi dan berhenti memandang tubuh yang membelakangkan ku itu? Dan aku tak mengerti apa jawaban dari semua pertanyaanku itu.